Bekasi Jawa Barat
+6282166431000
pasukansubuh492@gmail.com

perjalanan mudik bersama keluarga menggunakan mobil pribadi

Paguyuban Mobile Radio Communication 492

perjalanan mudik bersama keluarga menggunakan mobil pribadi

Jika Anda hendak melakukan perjalanan mudik bersama keluarga menggunakan mobil pribadi, tentu akan menyita banyak waktu. Oleh karena itu, pastikan pengemudi memiliki waktu istirahat yang cukup untuk mengendarai mobil hingga tempat tujuan. Demi mendapatkan mudik yang aman, penting untuk menemani pengemudi di sepanjang perjalanan. Ini menjadi tugas utama bagi siapapun yang duduk di bangku samping sopir. Terutama jika mudik bersama keluarga, umumnya sang suami yang akan menyetir mobil dan istri duduk di bangku depan.

“Tugas perempuan (istri), waktu di samping pengemudi dia menjadi co-driver. Artinya dia tidak boleh tidur, dia harus menemani pengemudi di sepanjang perjalanan,” kata Sony Susmana selaku Director Training Safety Defensive Consulting Indonesia (SDCI) kepada Liputan6.com baru-baru ini.  Saat mengemudi, perhatikan tanda-tanda tubuh si pengemudi jika memang butuh istirahat. Jika tubuh memberi sinyal bahwa mata sudah mengantuk atau tidak fokus, jangan ragu untuk menepi. “Tingkat kewaspadaan si pengemudi akan lebih bagus ketika ditemani. Kalau ditemani kita tahu kapan pengemudi lengah, kapan dia jaim (jaga image). Bisa saja dia ngantuk tapi dia bilang tidak karena merasa dirinya laki-laki,” kata dia.

Bahkan, menurut Sony, kalau bisa harus ada pergantian giliran mengemudi atau istirahatlah sejenak sampai tubuh kembali segar. “Kalau memungkinkan, dia (istri) gantikan posisi si pengemudi (suami),” ujarnya. Tak hanya itu, selama perjalanan mudik, istri juga bertugas untuk mempersiapkan kebutuhan keluarga seperti buka puasa atau sahur di jalan. “Dia mempersiapkan kebutuhan keluarga yang ada di dalam kendaraan baik buka puasa atu sahur di jalan. Rasa aman dan nyaman diberikan tidak hanya dari si pengemudi tapi juga co-driver atau perempuan itu,” tuturnya.

Mudik bersama keluarga, pastikan Anda berkoordinasi dengan pasangan Anda sepanjang perjalanan. Hal ini guna menciptakan keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan. Mengemudi dengan jarak tempuh yang jauh nyatanya harus saling membagi tugas antara suami dan istri.  Hal ini diungkapkan Sony Susmana selaku Director Training Safety Defensive Consulting Indonesia (SDCI). Sony mengatakan tugas pertama laki-laki sebagai suami tentu memastikan kendaraan dalam kondisi siap dipakai mudik. “Harus diservis, dicek, kalau ada apa-apa harus diserahkan ke bengkel untuk diperbaiki sebelum benar-benar terjadi hambatan di perjalanan mudik,” kata Sony saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (19/5/2018). Sekalipun banyak tempat servis yang ada di sepanjang perjalanan, Sony mengatakan pengecekan sebelum berangkat akan lebih baik. “Kalau terhambat kan tidak enak. Lalu kedua, si pengemudi siap fisik maupun mental selama di perjalanan,” kata dia.

Fisik dan mental di sini, menurutnya, pengemudi harus cukup istirahat sebelum berangkat mudik. “Minimal 6 jam sebelum berangkat mudik, dia harus tidur. Tidur yang berkualitas dan memastikan bahwa ia tahu kondisi jalur yang dilalui. Kalau macet harus ada plan B,” katanya. Menurutnya, karena jalur mudik pasti macet, rencana yang lain yakni mencari jalan yang biasa dilalui dan dipublikasikan oleh pemerintah seperti tol baru, jalan baru dan sebagainya. “Yang jadi masalah dimana ia menempatkan spot untuk istirahat nanti, kan rest area banyak menyebar,” papar dia. Sedangkan untuk si perempuan atau sang istri, dia yang menjadi co-driver harus bisa menemani pengemudi di sepanjang perjalanan. “Ia harus memberi rasa aman dan nyaman tidak hanya si pengemudi tapi juga co-driver atau perempuan itu,” kata Sony. Selain itu, ia juga harus mempersiapkan kebutuhan keluarga seperti buka puasa atau mungkin sahur di jalan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp us